Tuesday, 12 December 2017

10 Ayat Terakhir Surat Al Kahfi

الَّذِينَ كَانَتْ أَعْيُنُهُمْ فِي غِطَاءٍ عَن ذِكْرِي وَكَانُوا لَا يَسْتَطِيعُونَ سَمْعًا ﴿١٠١﴾
(101) yaitu orang-orang yang matanya dalam keadaan tertutup dari memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Ku, dan adalah mereka tidak sanggup mendengar.
 
أَفَحَسِبَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَن يَتَّخِذُوا عِبَادِي مِن دُونِي أَوْلِيَاءَ ۚ إِنَّا أَعْتَدْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَافِرِينَ نُزُلًا ﴿١٠٢﴾
(102) Maka apakah orang-orang kafir menyangka bahwa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka Jahannam tempat tinggal bagi orang-orang kafir.
 
قُلْ هَلْ نُنَبِّئُكُم بِالْأَخْسَرِينَ أَعْمَالًا ﴿١٠٣﴾
(103) Katakanlah: "Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?"
 
الَّذِينَ ضَلَّ سَعْيُهُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ يَحْسَبُونَ أَنَّهُمْ يُحْسِنُونَ صُنْعًا ﴿١٠٤﴾
(104) Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini, sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya.
 
أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا ﴿١٠٥﴾
(105) Mereka itu orang-orang yang kufur terhadap ayat-ayat Tuhan mereka dan (kufur terhadap) perjumpaan dengan Dia. Maka hapuslah amalan-amalan mereka, dan Kami tidak mengadakan suatu penilaian bagi (amalan) mereka pada hari kiamat.
 
ذَ‌ٰلِكَ جَزَاؤُهُمْ جَهَنَّمُ بِمَا كَفَرُوا وَاتَّخَذُوا آيَاتِي وَرُسُلِي هُزُوًا ﴿١٠٦﴾
(106) Demikianlah balasan mereka itu neraka Jahannam, disebabkan kekafiran mereka dan disebabkan mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-rasul-Ku sebagai olok-olok.
 
إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا ﴿١٠٧﴾
(107) Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka adalah surga Firdaus menjadi tempat tinggal,
 
خَالِدِينَ فِيهَا لَا يَبْغُونَ عَنْهَا حِوَلًا ﴿١٠٨﴾
(108) mereka kekal di dalamnya, mereka tidak ingin berpindah daripadanya.
 
قُل لَّوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِّكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَن تَنفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا ﴿١٠٩﴾
(109) Katakanlah: "Kalau sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula).
 
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ يُوحَىٰ إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَـٰهُكُمْ إِلَـٰهٌ وَاحِدٌ ۖ فَمَن كَانَ يَرْجُو لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلًا صَالِحًا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَةِ رَبِّهِ أَحَدًا ﴿١١٠﴾
(110) Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan Yang Esa". Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya".

10 Ayat Terakhir Surat Al Kahfi 

Baca 10 ayat terakhir surat al kahfi lengkap dengan arab dan juga terjemah bahasa Indonesia. Jangan lupa baca ta'udz dulu sebelum membacanya.

Cerita didalam Surat Al Kahfi

surat al kahfi per ayat

Didalam surat ini terdapat beberapa kisah yang penuh dengan hikmah, diantaranya yaitu kisah tentang para pemuda sholeh yang yang ditidurkan oleh Allah SWT hingga bertahun-tahun yang mungkin anda juga pernah dengar. Kisah ini terkenal dengan nama "Ashabul Kahfi" yang tidak lain adalah nama lain dari surat ini.
Kisah lengkapnya dapat anda baca dibawah ini.
1. Para Penghuni Gua
Dahulu kala, pernah hidup seorang raja bernama Dikyanus yang tidak amanah, dia kejam dan sewenang-wenang menjadi seorang pemimpin bagi rakyatnya. Siapa saja yang melawan aturannya maka hilanglah nyawanya.
Ia menganggap rakyatnya adalah hambanya, semua rakyat wajib menyembah dirinya, tidak boleh menyembah Allah SWT yang jelas-jelas tuhan sebenarnya.
Karena takut dibunuh, mayoritas rakyat mematuhi aturannya.
Tetapi tidak bagi 7 pemuda dengan iman yang kuat ini, mereka tidak sudi menjual keimanannya kepada Allah SWT uuntuk raja mereka yang dzolim.
Sehingga mereka beribadah kepada Allah SWT secara diam-diam agar tidak diketahui. Tetapi kemudian ada orang jahat yang memberitahu raja Dikyanus tentang mereka yang menyembah tuhan selainnya.
7 Pemuda ini tahu mereka dalam keadaan bahaya, oleh karena itu mereka berfikir lebih baik pergi dari tempat tersebut dan mencari tempat sembunyi sehingga mereka dapat beribadah dengan aman dan nyaman kepada Allah SWT. Dan sampailah mereka ke sebuah Gua di tengah hutan.
Para pesuruh raja mencari mereka ke berbagai penjuru. Ketika lewat kedepan gua yang dimasuki para pemuda sholeh, mereka tidak berfikir mereka akan masuk kesana karena menurut mereka tempat tersebut angker, lalu ditutuplah gua tersebut dan amanlah para pemuda dari kejaran mereka.
Atas izin Allah SWT, mereka bertujuh ditidurkan dengan nyenyak sekali. Bukan sehari dua hari, tapi hingga ratusan tahun!
Hingga ketika Allah membangunkan mereka, zaman sudah lebih maju dan berubah, raja yang kejam dan dzolim pun telah diganti oleh raja yang baik hati dan bertakwa kepada Allah SWT.
Tidak lama setelah itu, jiwa mereka diangkat oleh Allah SWT. Dan cerita tersebut terkenal hingga sekarang dengan sebutan kisah Ashabul Kahfi.
Dan ini bukan sebuah dongeng, ini adalah kisah nyata yang terdapat didalam salah satu surat al Quran, yaitu al Kahfi.

Terimakasih telah membaca al quran di situs www.suratkahfi.com, semoga menjadi amal bagi anda dan juga bagi admin.